Pertunjukkan Terakhir

Seorang pemain sirkus memasuki hutan untuk mencari anak ular yang akan dilatih bermain sirkus. Beberapa hari kemudian, ia menemukan beberapa anak ular dan mulai melatihnya. Mula-mula anak ular itu dibelitkan pada kakinya. Setelah ular itu menjadi besar dilatih untuk melakukan permainan yang lebih berbahaya, di antaranya membelit tubh pelatihnya.

Sesudah berhasil melatih ular itu dengan baik, pemain sirkus itu mulai mengadakan pertunjukan untuk umum. Hari demi hari jumlah penontonnya semakin banyak. Uang yang diterimanya semakin besar. Suatu hari, permainan segera dimulai. Atraksi demi atraksi silih berganti. Semua penonton tidak putus-putusnya bertepuk tangan menyambut setiap pertunjukkan. Akhirnya, tibalah acara yang mendebarkan, yaitu permainan ular. Pemain sirkus memerintahkan ular itu untuk membelit tubuhnya. Seperti biasa, ular itu melakukan apa yang diperintahkan. Ia mulai melilitkan tubuhnya sedikit demi sedikit pada tubuh tuannya. Makin lama makin keras lilitannya. Pemain sirkus kesakitan. Oleh karena itu ia lalu memerintahkan agar ular itu melepaskan lilitannya, tetapi ia tidak taat. Sebaliknya ia semakin liar dan lilitannya semakin kuat. Para penonton menjadi panic, ketika jeritan yang sangat memilukan terdengar dari pemain sirkus itu, dan akhirnya ia meninggal.

Kadang-kadang sedikit kebiasaan buruk terlihat tidak membahayakan. Kita merasa tidak terganggu dan dapat mengendalikannya. Bahkan kita merasa bahwa kita sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi kenyataannya, apabila kebiasaan buruk itu telah mulai melilit hidup kita, sukar dapat melepaskan diri daripadanya.

JENDELA RUMAH SAKIT


D:\pHoto n gaMbaR\images\wallpapers_006.jpgDua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

D:\pHoto n gaMbaR\images\wallpapers_006.jpgDua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela diperbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

“Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaku langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah.”

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.

D:\pHoto n gaMbaR\ÖtHèrS\Ai.jpgSuatu pagi, perawat dating membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempa tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah tembok kosong.

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun. “Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup” kata perawat itu.

2 BUAH BIBIT

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulang-kan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin memben-tangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan em-bun pagi di pucuk-pucuk daunku.”
Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.
Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tu-nasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan beru-saha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”
Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, me-nemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.

sorRy...

bWt Pectria edisi2 Lama, yG dimuat renunGannya aJa yaH...
cZ beritanYa udh nggak update..
he..he..

GARAM DAN TELAGA


Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan masalahnya. Pak tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah ke samping.

Pak tua itu, sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak tua itu, lalu menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketengan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah!”. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.

“Segar.”, sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.”

“Tapi kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pak tua itu lalu kembali memberikan nasehat, “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

10 Juli 2009

Terang Dunia adalah judul sebuah lukisan terkenal yang dibuat oleh Holman Hunt pada tahun 1854. Lukisan itu menggambarkan Yesus yang bermahkotakan duri dan membawa sebuah lentera sedang mengetuk sebuah pintu yang tertutup.
Ketika Holman memperlihatkan lukisan tersebut kepada beberapa teman, salah seorang teman menunjukkan bahwa tampaknya ada sesuatu yang terlewatkan. “Kamu lupa menggambar gagang pintunya,” katanya kepada Holman.
Pelukis itu kemudian menjawab, “Kita harus membuka hati kepada Sang Terang. Maka gagang pintunya memang hanya bisa diputar dari dalam.”


GOOD BYE PC LAMA
Uh..oh..gAG kerAsa uDah 1PeriODe BPH era bAnG juPe tERlewAti…udaH saaTnya PergAntiaN BPH baRu giTu juGa denGAn PC uDAh saAtnyA diGAnti aMA yang Baru yang LebIH PreSh eH Fresh laGi^^..(ya iyaLAh kaYA kita-kitA(dibaCA: David, sOndanG, gag Lupa Rudi yang turUt meMbantu denGAn paKsa naMUn teTAp riaNG geMbirA meMbanTU kaMI..hehehe..waLau masIh aDa muka Lama dI PC alias Rio aka Budi aNduk taPi PC barU teteP leBih fResh daRIpada Yang fresh^^)). makAcih y bWt kabineTnya mbaK eRga yG udaH mercaYain PC ama Qt...gag lUpa jG kitA ucaPIn maKAsih sebanyAK”nyA pAda PC laMA yang udaH meNemAni KMKerz seLAma SatU peRIode BPH, daN udaH ngAsih baNYAk inspirasi DArI PecTRia-Pectria seBElumNYa(lebAi mode:on).UntuK meNgenaNG jAsa PC laMA kaMI perSemBAhkaN Mini PectRia BarU edIsi pERdaNA (waLo Lebih bisa diBILanG tRiaL version gag jLz) daRi PC baRU^^.seLAmaT datang ke Dunia kAmi dan seLAmaT menIKmaTI…


SMS..UH..SMS…OH…
Denger2 posko mau di gusur nih gimana dunk, bagaimana nasib anak anak kmk yang luchu, imoet, periang, Rajin menabung dan lain sebagainya yang tentu saja tidak bisa disamakan dengan manusia pada umumnya hu2. Kenapa ya kita orang2 penting ini harus mendapatkan hambatan yang menyulitkan, gak Cuma kita aja sih yang digusur sodara2 kita anak pmk juga, begitu juga dengan anak stapala, BLM, Media Center.
Kemana ya kita harus bersarang kalu posko yang menyimpan bermiliar miliar kenangan ini harus digusur? Gimana kalu kita tanyain ma pendapat temen2 kita tentang pengGusuran ini?
Alfred():Aku sedih jg dngar kbr itw, soalnya kan posko skrng tmpt nya udah pas bnget buat kmk ngumpul. Tmpt itw jg punya bnyk kenangan kgiatan kmk slama ini. Ya, psti ga enaklah kalo posko nya pindah. Kalo mnurtku, kalo pindah mungkin di kmplk perumdos, kayak tempat punya bem misalnya lbh baik dripada d dalam gdng e,f, c, d, l.Btw, dah jd p.c.crew ya.. congrat ya. Smngt, and Enjoy it.
Wening():Trsrh ja dh maw pndh k mn,,yg pntg bs bwt kmpul KMKerz y,,prcuma kn kl posko qt s’klz hotel bintang 5 tp qt ny ga ptnh ngmpul brg =) owy,asl jgn d kos Dapit aj y,,tu loh Wisma Cinta kl d sngkat jd WC,,hhe ;P
Boby():Haduu…Hikz..hikz.. Gmn klo d pndah d dkt 96 ajah? Biar klo bosen lgsg represing maen bl.
Wah,mcem2 y tanggaPan KMKerz..bkin PC jad REMEN THIS!!! PC ikut bdoa deh moga2,KMK diberi yang terbaik n diterima d t4 nyang baru…Amin.. Oy,dgr2 pndahnya d Gd.E Loh!!hidUp penGhuni E!!!saatnya anGkut2…he..he..

hot hot hot.........

PC bikin terobosaN ni...

dGn sedikit kebodoHan dan ketoLOLan..PC(Pectria Crew) 2009 a.k.a DaviD, soNdanG, n riO akhirnya ngLuarin (go)bLog...
yaP..this is Pectria on BLog...
berawaL daRi cita2 PC untUk menguasai duniA (haLah..mLh power rangers) dan meLebarkan saYap di duNia maYa..etseteh...
nggA' dinK..
iNi sebenernYa cumA sedikIt keisenGan PC...cuZ, PC kanGen sM tmN2 KMK semua baik yG udah jadi aLumni mauPun yG masiH berjuAng...biaR biSa pada taHu..gmN kabaR PC juGa KMKerZ semUa...
LagiAn, kadanG PC manuAL tu nGgak semuAnya bisa kebaCa ama KMKerZ..(baca: pd g daPet/distribusi buRuk!!he..he..)
kaN kLo Lwt bLog gini, g cuMa KMKerZ yG masiH kuLiah..tp aLumni jG pada biSa ikuTan baCa Pectria...
he..he...

rencananYa, taR tiAp ediSi Pectria bakaL dimuat di bLog ini...

eH, g cm PC aja Loh yG bisa ikutan ngiSi bLog ini..tp semUa KMKerZ juGa bisa postinG apa ajA d sini...
kLo mo nGisi (g pkE "NG") konTak David aJa.. di pitopatapit@gmail.com
kiTa tunGGu Loh..postinGan dari tmn2...

oY, bwt anAk2 infokOm...taR mintA bantuAnnya yaH buAt ngepErmaK tampiLan bLog Pectria yG g jLz ini..
he..he..

In Finem Omnia...
AMDG...
Berkah Dalem...

weLcomE to PECTRIA's bLOg...

this is PECTRIA's bLOg...
tempaT semua KMKerZ menjaLin siLaturahim, kopi daRat, ngoBroL, ngeGosip, cari jodOh, tuKer inFo/tips, pokoknYa aLL yoU caN eaT daH...
he..he..